Homestay Jogja dekat Malioboro untuk keluarga dan rombongan

Homestay Jogja Dekat Malioboro: Sewa Full Rumah untuk Keluarga & Rombongan

Sewa full rumah harian di Jogja dengan fasilitas lengkap, nyaman untuk keluarga dan rombongan.

✓ 5-10 menit ke Malioboro
✓ Dekat Kraton & Alkid
✓ Lokasi strategis pusat kota
✓ Rating 4.9 di Google
Cek Ketersediaan via WhatsApp
📍

Lokasi Strategis (dekat Malioboro)

Dekat Malioboro, Keraton, & tempat wisata lainnya.

🏠

Akses Mudah (ke wisata utama)

Kamar luas untuk kenyamanan keluarga.

📶

Fasilitas Lengkap (WiFi, AC, dapur, parkir)

WiFi, AC, dapur, TV kabel, parkir aman.

😊

Rating Tinggi (4.9/5 dari 94 ulasan)

Silakan cek ulasan asli di GMAP.

Homestay Jogja Dekat Malioboro: Penginapan Strategis di Pusat Kota Yogyakarta

Homie Homestay Jogja adalah rekomendasi penginapan strategis dekat Malioboro yang berlokasi tepat di pusat Kota Yogyakarta. Desain sewa full rumah ini menjadi pilihan paling praktis dan hemat bagi wisatawan yang ingin merasakan kenyamanan menginap di jantung kota Jogja.

📍 Akses Super Dekat: Hanya 5–10 menit menuju kawasan Malioboro, Keraton Yogyakarta, dan Alun-Alun Kidul.

🚗 Lokasi Strategis: Berada di pusat kota, memudahkan Anda menjangkau berbagai destinasi kuliner dan wisata populer.

🏡 Privasi Terjaga: Konsep sewa satu rumah utuh (*private house*) yang aman untuk rombongan.

Kami menyediakan fasilitas lengkap seperti WiFi, AC, dapur, ruang keluarga, serta area parkir mobil yang luas agar Anda dan keluarga merasa seperti di rumah sendiri selama berada di Yogyakarta.

Panduan Wisata & Penginapan:
Bagi Anda yang membawa keluarga besar, silakan pelajari rekomendasi kami di artikel homestay keluarga dekat Malioboro. Dan bagi yang ingin memahami keuntungan sewa full rumah, Anda bisa membaca tips memilih homestay satu rumah di Jogja.

Komitmen kami adalah memberikan pelayanan terbaik dengan harga terjangkau. Hubungi kami sekarang untuk informasi ketersediaan tanggal!

⭐ Dinilai 4.9/5 dari 94 ulasan asli tamu kami di Google Maps.

Sebelum memesan, banyak tamu membaca dulu ulasan asli Homie Homestay Jogja di Google Maps untuk melihat pengalaman kebersihan, kenyamanan, dan lokasi.

Pilihan Homestay untuk Keluarga & Rombongan di Jogja

Sedang mencari homestay di Jogja sesuai jumlah anggota keluarga atau rombongan? Kami menyediakan berbagai referensi pilihan homestay berdasarkan kapasitas tamu, sehingga Anda dapat menemukan penginapan yang lebih sesuai dengan kebutuhan perjalanan di Yogyakarta.

Temukan pilihan homestay sesuai jumlah tamu, mulai dari keluarga kecil hingga rombongan yang ingin menginap nyaman di Jogja.

Pertanyaan Umum

Apakah Homie Homestay dekat Malioboro?

Ya, lokasi Homie Homestay Jogja berada dekat Malioboro dan pusat wisata Kota Yogyakarta.

Apakah cocok untuk keluarga dan rombongan?

Homestay ini cocok untuk keluarga, rombongan wisata, gathering, dan acara bersama.

Fasilitas apa saja yang tersedia?

Tersedia WiFi, AC, dapur, ruang keluarga, area parkir, dan fasilitas pendukung lainnya.

Berapa kapasitas Homie Homestay Jogja?

Homie Homestay Jogja cocok untuk keluarga dan rombongan dengan kapasitas 6 hingga 12 orang.

Apakah tersedia parkir mobil?

Ya, tersedia area parkir untuk mobil dan kendaraan tamu selama menginap di Homie Homestay Jogja.

Apakah bisa check in malam hari?

Ya, tamu dapat melakukan check in malam hari dengan konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak homestay.

Berapa jarak Homie Homestay ke Malioboro?

Lokasi Homie Homestay Jogja berada dekat Malioboro dan dapat dijangkau dalam waktu sekitar 5-10 menit.

Apakah homestay disewa full rumah private?

Ya, Homie Homestay Jogja disewakan full rumah sehingga tamu dapat menikmati privasi dan kenyamanan selama menginap.

Panduan untuk Tamu Homie

Jelajahi panduan lengkap seputar homestay di Jogja, wisata keluarga, kuliner, transportasi, dan tips liburan agar perjalanan Anda lebih nyaman.

Hubungi Kami

📞 081392123366

✉homiehomestayjogja@gmail.com

🕒 Check In: 14.00 WIB

🕛 Check Out: 12.00 WIB

💰 Harga mulai: Rp800.000

Media Sosial

📸 Instagram: @homiehomestayjogja

🎵 TikTok: @homiehomestayjogja


Instagram TikTok

Alamat

📍 Jl Dipokusuman no 301A, Keparakan, Mergangsan, Yogyakarta 55152

Lihat di Peta

Pesan Sekarang

Hubungi kami via WhatsApp untuk info kamar.

WhatsApp

Wisata Religi di Jogja untuk Keluarga: Dari Masjid Bersejarah hingga yang Viral

Ilustrasi wisata religi di Jogja untuk keluarga yang menampilkan beberapa ikon tempat ibadah dan situs bersejarah sebagai destinasi wisata budaya dan religi di Yogyakarta
Ilustrasi wisata religi di Jogja yang menampilkan beragam tempat ibadah dan situs bersejarah. Destinasi ini menawarkan pengalaman mengenal nilai budaya, sejarah, dan keberagaman yang dapat dinikmati bersama keluarga.

Yogyakarta bukan hanya kota budaya — tetapi juga kota yang kaya dengan tempat wisata religi untuk berbagai agama.

Dari masjid bersejarah dengan arsitektur Jawa-Islam yang megah, makam raja-raja Mataram, hingga gua Maria yang teduh — Yogyakarta menawarkan pengalaman wisata religi yang unik karena perpaduan antara spiritualitas, sejarah, dan budaya lokal.

Artikel ini merangkum 7 tempat wisata religi paling ikonik di Jogja yang cocok untuk dikunjungi bersama keluarga, lengkap dengan alamat, jam buka, dan tips berkunjung.

Wisata Religi Muslim di Jogja

1. Masjid Gedhe Kauman (Masjid Agung Keraton)

📍 Jl. Kauman, Kraton, Yogyakarta 🕐 Buka: 24 jam 💰 Gratis

Masjid Gedhe Kauman adalah masjid tertua dan paling bersejarah di Yogyakarta. Didirikan oleh Sultan Hamengkubuwono I pada tahun 1773, masjid ini terletak tepat di sebelah barat Alun-Alun Utara Keraton Yogyakarta. Arsitekturnya memadukan gaya Jawa dan Islam dengan atap joglo khas Jawa yang megah.

Yang bisa dilihat: Atap joglo berlapis tiga (simbol iman, Islam, ihsan), bedug dan kentongan tradisional, makam para ulama Keraton, dan suasana spiritual yang kental.

Catatan untuk wisatawan: Masjid ini aktif untuk ibadah. Jika berkunjung di luar waktu shalat, Anda bisa berkeliling dengan tenang. Saat Ramadhan, masjid ini menjadi sangat ramai dengan kegiatan tarawih dan pengajian.

2. Masjid Syuhada

📍 Jl. DS. Panjaitan, Kotabaru, Yogyakarta 🕐 Buka: 24 jam 💰 Gratis

Masjid Syuhada adalah ikon masjid di Yogyakarta dengan kubah hijau besar yang sangat mudah dikenali. Didirikan pada tahun 1950, masjid ini terletak di pusat kota dan mudah dijangkau dari mana saja. Arsitekturnya memadukan gaya Timur Tengah dengan sentuhan lokal.

Yang bisa dilihat: Kubah hijau ikonik, interior luas yang bisa menampung ribuan jamaah, perpustakaan Islam, dan suasana yang sangat terawat.

Catatan untuk wisatawan: Lokasi sangat strategis di pusat kota. Cocok untuk shalat bagi wisatawan yang sedang berkeliling Malioboro atau area Kotabaru.

3. Masjid Jogokariyan

Jl. Jogokariyan, Mantrijeron, Yogyakarta 🕐 Buka: 24 jam 💰 Gratis

Masjid Jogokariyan adalah masjid paling viral di Yogyakarta di era modern. Dikenal dengan manajemen infak transparan dan program Kampoeng Ramadhan yang sudah berjalan 22 tahun, masjid ini membagikan 3.800 porsi takjil gratis per hari saat bulan puasa. Pengelola masjid berhasil menarik generasi muda dengan pendekatan yang segar — termasuk mengundang musisi populer seperti Band Perunggu untuk tampil di acara Kampoeng Ramadhan 2026, yang viral di media sosial.

Yang bisa dilihat: Manajemen masjid modern, program Kampoeng Ramadhan (saat bulan puasa), kuliner gratis yang bervariasi setiap hari, dan suasana yang sangat ramah bagi wisatawan dan generasi muda.

Catatan untuk wisatawan: Paling ramai saat Ramadhan. Di luar Ramadhan, masjid ini tetap aktif dengan pengajian dan kegiatan sosial. Lokasi strategis di area Mantrijeron, mudah dijangkau dari pusat kota.

4. Makam Raja-Raja Imogiri

📍 Girirejo, Imogiri, Bantul (17 km dari pusat Jogja) Buka: 08.00–16.00 💰 Rp10.000/orang

Makam Imogiri adalah kompleks pemakaman raja-raja Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta. Didirikan oleh Sultan Agung pada tahun 1632, tempat ini merupakan salah satu situs ziarah paling sakral di Jawa. Terletak di atas bukit dengan pemandangan yang indah.

Yang bisa dilihat: Makam Sultan Hamengkubuwono dan Paku Alam, arsitektur Jawa klasik, undakan-undakan menuju puncak bukit, dan suasana yang sangat hening dan sakral.

️ Etika berkunjung:

Wajib mengenakan pakaian sopan (batik atau busana muslim). Wanita wajib memakai kerudung (disediakan di lokasi). Tidak boleh berisik atau tertawa keras. Ikuti aturan yang diberikan juru kunci.

5. Masjid Agung Mataram Kotagede

📍 Jl. Kotagede, Prenggan, Kota Gede, Yogyakarta Buka: 24 jam 💰 Gratis

Masjid Agung Mataram Kotagede adalah masjid bersejarah yang didirikan pada masa Kerajaan Mataram Islam. Terletak di kawasan Kota Gede yang terkenal dengan kerajinan peraknya, masjid ini memiliki arsitektur yang sangat unik — perpaduan Hindu, Buddha, dan Islam yang mencerminkan akulturasi budaya Jawa.

Yang bisa dilihat: Gapura dengan ukiran khas Jawa, makam raja-raja Mataram, soko guru (tiang utama) dari kayu jati, dan kawasan Kota Gede yang bersejarah.

Catatan untuk wisatawan: Sekali datang ke Kota Gede, Anda juga bisa berkeliling melihat pengrajin perak tradisional dan mencicipi kuliner khas seperti sate kambing. Untuk panduan kuliner di area ini, artikel tentang 10 kuliner legendaris Jogja bisa memberikan rekomendasi.

Wisata Religi Kristen di Jogja

6. Gereja Ganjuran (Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus)

📍 Jl. Ganjuran, Bantul (20 km dari pusat Jogja) Buka: 06.00–17.00 Gratis (donasi sukarela)

Gereja Ganjuran adalah salah satu destinasi wisata religi paling unik di Indonesia. Didirikan pada tahun 1924 oleh keluarga Schmutzer (pengusaha gula Belanda), gereja ini memadukan arsitektur Katolik dengan budaya Jawa secara harmonis. Anda akan menemukan candi bercorak Hindu, pendopo khas Jawa, dan patung Yesus yang mengenakan busana adat Jawa.

Yang bisa dilihat: Candi kecil bergaya Hindu di halaman gereja, patung Yesus berpakaian Jawa, gua Maria, dan suasana yang sangat damai dengan pepohonan rindang.

Catatan untuk wisatawan: Terbuka untuk semua agama. Banyak wisatawan non-Katolik yang datang untuk menikmati arsitektur unik dan suasana damai. Cocok untuk keluarga yang ingin pengalaman wisata religi yang berbeda.

7. Gua Maria Sendangsono

📍 Banjaroyo, Kalibawang, Kulon Progo (45 km dari pusat Jogja) 🕐 Buka: 06.00–17.00 💰 Gratis (donasi sukarela)

Gua Maria Sendangsono adalah tempat ziarah Katolik yang terletak di perbukitan Menoreh, Kulon Progo. Dikenal dengan sendang (mata air) alami yang muncul di antara dua pohon sono, tempat ini dipercaya memiliki khasiat penyembuhan. Suasananya sangat teduh dengan pepohonan rindang dan udara pegunungan yang sejuk.

Yang bisa dilihat: Gua Maria dengan patung Bunda Maria, sendang (mata air suci), jalur ziarah yang menanjak dengan pemandangan alam indah, dan suasana yang sangat hening untuk berdoa.

Tips:

Perjalanan menuju Sendangsono melibatkan jalan menanjak dan banyak tangga. Gunakan sepatu yang nyaman dan bawa air minum. Tidak disarankan untuk lansia dengan masalah lutut atau anak di bawah 5 tahun.

Tips Berkunjung ke Tempat Wisata Religi

1. Kenakan pakaian sopan

Semua tempat wisata religi meminta pengunjung mengenakan pakaian yang menutup aurat. Untuk wanita: atasan lengan panjang/3/4, rok/celana panjang, dan kerudung (untuk masjid). Untuk pria: kemeja/kaos sopan, celana panjang. Banyak tempat yang menyediakan peminjaman pakaian jika Anda tidak membawa.

2. Perhatikan waktu kunjungan

Untuk masjid, hindari waktu shalat (terutama Jumat siang). Untuk makam, kunjungi di pagi hari (08.00–10.00) saat suasana masih hening. Untuk gua Maria, hindari akhir pekan karena sangat ramai.

3. Jaga sikap dan suara

Tempat wisata religi adalah tempat sakral. Jaga suara tetap pelan, tidak tertawa keras, dan ikuti aturan yang berlaku. Di makam, jangan duduk di atas nisan atau mengarahkan kaki ke makam.

4. Bawa uang untuk donasi

Meskipun kebanyakan tempat gratis, siapkan uang kecil (Rp10.000–Rp20.000) untuk kotak amal atau juru kunci. Ini bentuk apresiasi atas pemeliharaan tempat.

5. Gabungkan dengan wisata lain

Banyak tempat wisata religi yang lokasinya berdekatan dengan destinasi lain. Misalnya, Masjid Gedhe Kauman dekat dengan Keraton dan Malioboro. Masjid Kotagede dekat dengan tempat pengrajin perak. Gereja Ganjuran bisa digabung dengan wisata pantai selatan.

💡 Rekomendasi untuk keluarga dari Homie Homestay Jogja:

Dari lokasi kami di Mergangsan, Masjid Gedhe Kauman dan Masjid Jogokariyan paling dekat (5–10 menit). Untuk Makam Imogiri, perlu perjalanan 30–40 menit ke selatan. Untuk panduan berkendara yang lebih detail, artikel tentang tips berkendara di Jogja bisa membantu.

Saran Itinerary Wisata Religi Sehari

Berikut contoh itinerary yang bisa diikuti jika Anda ingin mengunjungi beberapa tempat wisata religi dalam satu hari.

Waktu Aktivitas Lokasi
08.00 Masjid Gedhe Kauman (sholat pagi + keliling) Kraton
09.30 Keraton Yogyakarta (opsional) Kraton
11.00 Masjid Jogokariyan (sholat Dzuhur + makan siang gratis jika Ramadhan) Mantrijeron
12.30 Makan siang di area Kotabaru Kotabaru
14.00 Makam Imogiri (ziarah) Bantul
16.00 Kembali ke penginapan

Itinerary ini bisa disesuaikan dengan minat Anda. Jika ingin menambahkan destinasi non-religi, artikel tentang itinerary Jogja 3 hari 2 malam bisa memberikan inspirasi. Untuk yang ingin menggabungkan wisata religi dengan wisata candi, artikel tentang Borobudur dari Jogja bisa menjadi referensi.

Untuk panduan wisata lengkap selama di Jogja, kunjungi Panduan Liburan Jogja untuk Keluarga.

Penutup

Yogyakarta menawarkan pengalaman wisata religi yang unik karena perpaduan antara spiritualitas, sejarah, dan budaya Jawa. Dari masjid bersejarah dengan arsitektur megah, makam raja-raja yang sakral, hingga gereja dengan arsitektur unik — semuanya bisa dikunjungi dalam satu perjalanan.

Yang terpenting adalah menghormati aturan dan etika setiap tempat. Dengan sikap yang sopan dan hati yang terbuka, kunjungan ke tempat wisata religi bisa menjadi pengalaman yang menenangkan dan memperkaya wawasan budaya Anda.

Jika Anda membutuhkan tempat menginap yang strategis untuk menjelajah berbagai destinasi wisata religi ini, Homie Homestay Jogja berlokasi di pusat kota dengan akses mudah ke semua tempat yang disebutkan di atas. Untuk yang ingin menggabungkan wisata religi dengan wisata alam, artikel tentang Kaliurang & Lereng Merapi bisa menjadi pilihan.

Butuh Penginapan untuk Wisata Religi?

Homie Homestay Jogja berlokasi strategis dekat Keraton, Malioboro, dan mudah dijangkau ke semua destinasi wisata religi di Yogyakarta.

Jl. Dipokusuman No. 301A, Keparakan, Mergangsan, Yogyakarta
4 Kamar, muat 6–12 orang • 💰 Mulai Rp800.000/malam

💬 Tanya Ketersediaan via WhatsApp Lihat di Google Maps

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah wisata religi di Jogja terbuka untuk semua agama?

Ya, sebagian besar tempat wisata religi di Jogja terbuka untuk semua agama. Masjid Gedhe Kauman, Masjid Jogokariyan, dan Gereja Ganjuran menerima pengunjung dari semua latar belakang. Namun, tetap hormati aturan ibadah yang sedang berlangsung.

Berapa biaya masuk tempat wisata religi di Jogja?

Sebagian besar tempat wisata religi di Jogja gratis (Masjid Gedhe Kauman, Masjid Jogokariyan, Masjid Kotagede). Makam Imogiri mengenakan tiket masuk Rp10.000/orang. Gereja Ganjuran dan Gua Maria Sendangsono gratis dengan kotak donasi sukarela.

Apa yang harus dikenakan saat berkunjung ke masjid?

Kenakan pakaian sopan yang menutup aurat. Untuk wanita: atasan lengan panjang/3/4, rok/celana panjang, dan kerudung. Untuk pria: kemeja/kaos sopan, celana panjang. Hindari kaos oblong, celana pendek, atau pakaian ketat.

Kapan waktu terbaik berkunjung ke Makam Imogiri?

Kunjungi di pagi hari (08.00–10.00) saat suasana masih hening dan belum ramai. Hindari Jumat siang (waktu shalat Jumat) dan akhir pekan karena lebih ramai. Pastikan mengenakan pakaian sopan dan mengikuti aturan juru kunci.

Bisakah menggabungkan wisata religi dengan wisata lain dalam sehari?

Tentu bisa! Masjid Gedhe Kauman sangat dekat dengan Keraton Yogyakarta dan Malioboro. Masjid Kotagede berada di kawasan pengrajin perak. Gereja Ganjuran bisa digabung dengan wisata pantai selatan. Untuk itinerary yang lebih lengkap, baca artikel tentang itinerary Jogja 3 hari 2 malam.